Kepedulian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terhadap isu kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui keterlibatan langsung dalam penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mentari UNIMMA, mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi bencana sebagai bagian dari misi kemanusiaan pada Minggu (25/1).

Pembina UKM Mentari UNIMMA, Pranita Siska Utami, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasinya atas kepedulian dan kesiapsiagaan mahasiswa dalam merespons bencana. “Saya bersyukur anak-anak selalu ringan tangan membantu semua pihak yang terkena musibah atau bencana. Ini menunjukkan kepekaan sosial yang terus tumbuh di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Pranita menambahkan, keterlibatan mahasiswa di lokasi bencana juga menjadi bentuk penerapan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam organisasi. “Alhamdulillah mereka mampu menerapkan kode etik Mapala dengan baik, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga menjaga keselamatan selama bertugas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kepedulian sosial mahasiswa dapat terus tumbuh dan terjaga ke depannya. “Harapan saya, kepedulian sosial ini bisa terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter anak-anak Mentari UNIMMA. Semangat untuk hadir dan membantu sesama semoga terus terjaga ke depan,” tuturnya.

Adapun dalam kesempatan tersebut, dua mahasiswa UNIMMA yaitu Tariq Aris Munandar, mahasiswa Program Studi Teknik Industri dan Muhammad Iyyasy Abdil Ghofur, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum diberangkatkan untuk mengikuti misi Bantuan Kendali Operasi (BKO) bencana tanah longsor di Cisarua. Keduanya tergabung dalam tim gabungan Basarnas bersama 11 personel, satu ekor anjing pelacak (K9), serta empat relawan kemanusiaan lainnya.

Keterlibatan mahasiswa UNIMMA berlangsung di tengah proses penanganan bencana yang masih berjalan. Proses identifikasi korban masih terus dilakukan secara intensif di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Partisipasi mahasiswa UNIMMA dalam misi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi pengalaman lapangan yang berharga, tetapi juga mencerminkan peran mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat yang tanggap terhadap situasi darurat.

Melalui UKM Mentari, UNIMMA terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan karakter mahasiswa yang peduli, tangguh, dan berjiwa sosial. Misi ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pelopor gerakan kemanusiaan, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi landasan pendidikan di UNIMMA.