Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode II Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan di 12 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Magelang, meliputi Kajoran, Kaliangkrik, Sawangan, Pakis, Grabag, dan Mertoyudan pada Kamis (12/2).

Monev dilakukan untuk memantau secara langsung perkembangan pelaksanaan program kerja mahasiswa di lapangan serta memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat sasaran.

Ketua Divisi Pengabdian pada Masyarakat LPPM Universitas Muhammadiyah Magelang, Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa KKN Tematik Periode II tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam program Gumregah Bungah-Bali Mlebu ning Sekolah, sebuah gerakan yang berfokus pada pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) ke pendidikan formal maupun kesetaraan 12 tahun. “KKN Tematik UNIMMA di tahun ini, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyeleseikan permasalahan ATS di berbagai daerah. Sehingga Lokasi KKN pun juga telah ditentukan langsung oleh pemerintah daerah agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Veni menambahkan, mahasiswa yang diterjunkan melaksanakan pendataan ATS pada anak di bawah usia 18 tahun. Berdasarkan temuan lapangan, jumlah ATS di beberapa wilayah menunjukkan angka yang variatif, namun cenderung meningkat di sejumlah desa hasil survei. “Setelah dilakukan pendataan, ternyata banyak faktor penyebab ATS, mulai dari rendahnya motivasi sekolah anak, kondisi ekonomi orang tua, hingga adanya kasus perundungan. Karena latar belakangnya berbeda, treatment yang diberikan mahasiswa juga menyesuaikan. Diawali dengan pemberian motivasi kepada seluruh ATS, kemudian dilanjutkan pendampingan khusus kepada anak dan orang tua. Hasilnya, Alhamdulillah beberapa anak mulai berkeinginan mengikuti program kejar paket,” tambahnya.

Veni berharap, rangkaian program yang telah dijalankan mahasiswa selama satu bulan tersebut mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa, khususnya dalam menekan angka ATS dan meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat.

Sementara itu, Istadi, Kepala Dusun Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, yang menjadi mitra lokasi pelaksanaan KKN Tematik, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UNIMMA di desanya. “Terima kasih banyak kepada seluruh mahasiswa yang sudah membantu desa dalam mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah. Kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam pendataan dan memberikan motivasi kepada anak-anak kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan monev tersebut, LPPM UNIMMA menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program KKN Tematik tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, UNIMMA berharap data, temuan lapangan, serta hasil pendampingan yang telah dilakukan mahasiswa dapat menjadi bahan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program tindak lanjut penanganan ATS secara berkelanjutan.