Kesadaran terhadap mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak di Desa Sumber Agung 1, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, pada Minggu (19/7).
Kegiatan yang merupakan luaran mata kuliah Komunikasi Bencana ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Khansa Aziza Arya Kusuma, salah satu mahasiswa Ilkom UNIMMA, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam sosialisasi dirancang agar anak-anak dapat belajar tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran yang berat. ” Selama kegiatan, peserta kami perkenalkan pada berbagai jenis bencana serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kami ingin mitigasi bencana kali ini menyenangkan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya penyampaian materi, tetapi juga dengan aktivitas interaktif, seperti bermain clay dan mengerjakan teka-teki silang (TTS),” ujarnya.
Selain penyampaian materi, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif. Melalui permainan clay, peserta berkreasi sambil mengenal berbagai simbol dan bentuk yang berkaitan dengan kebencanaan. Sementara itu, permainan teka-teki silang (TTS) dimanfaatkan sebagai media untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Khansa menambahkan, pendekatan kreatif dipilih agar pesan-pesan mitigasi lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, tetapi juga berani berbagi pengetahuan tersebut kepada keluarga dan teman-temannya. Dengan begitu, kesadaran mitigasi bencana dapat tumbuh sejak dini dan menyebar lebih luas di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Adapun kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UNIMMA melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pembelajaran yang diterapkan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kebencanaan melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.