Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kontribusi nyata di berbagai bidang. Kali ini, mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) melaksanakan kegiatan sosialisasi edukasi kesehatan anak dan gizi keluarga sebagai upaya preventif untuk menekan angka stunting di wilayah Sawitan, Kabupaten Magelang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari luaran mata kuliah Komunikasi Pembangunan tersebut, dilaksanakan di Posyandu Sawitan 2, Kelurahan Sawitan, dengan mengintegrasikan layanan kesehatan rutin dan sesi edukasi tematik. Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah para ibu hamil dan ibu menyusui, dengan fokus pada peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.
Nazwa Salsabilla, mahasiswa Ilkom UNIMMA menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya tantangan terkait pemahaman masyarakat tentang stunting meliputi penyebab, pencegahan, pola asuh, dan pemenuhan gizi anak. “Berdasarkan hasil observasi awal kami, wilayah tersebut masih menghadapi tantangan stunting di mana terdapat keluarga yang belum memahami penyebab serta pencegahan sederhana,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, tim kemudian merancang konsep sosialisasi yang interaktif dan komunikatif agar pesan kesehatan dapat diterima dan dipahami dengan berkolaborasi bersama Bidan Novi dari Puskesmas Kota Mungkid sebagai narasumber utama. Dalam sesi edukasi, Bidan Novi memberikan penjelasan komprehensif terkait pentingnya ASI eksklusif, pemberian MPASI yang sesuai, serta pola asuh yang tepat sebagai langkah awal pencegahan stunting.
Sementera itu, Lurah Sawitan, Djoko Dwi Sulistiono, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNIMMA yang dinilai sangat membantu pemerintah kelurahan dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya urusan tenaga kesehatan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, menjadi cerminan sinergi yang kuat antara kampus, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan anak dan keluarga. Mahasiswa hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial di tengah masyarakat. Diharapkan, upaya preventif yang dilakukan mampu berkontribusi dalam menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kelurahan Sawitan.