Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengendalian tembakau berbasis pemberdayaan masyarakat. Kali ini, MTCC UNIMMA dipercaya menjadi narasumber pada Workshop Penguatan Kebijakan dan Perencanaan Daerah dalam Mendukung Upaya Pengendalian Tembakau yang diselenggarakan oleh Tim Epidemiology Integrated Intervention and Technology Collaboration (EPITECH) Divisi Research Group on Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
Workshop yang berlangsung pada Senin dan Selasa (27–28/7) di Oakwood Hotel & Residence Surabaya tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam mengoptimalkan perencanaan daerah untuk mendukung implementasi program pengendalian tembakau. Kegiatan diikuti oleh kepala daerah, ketua DPRD, kepala dinas kesehatan, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta kepala Satuan Polisi Pamong Praja dari 13 kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes., Ketua MTCC UNIMMA, memaparkan praktik baik diversifikasi petani tembakau, urgensi pendampingan petani dalam alih tanam, serta hasil penelitian mengenai kesejahteraan petani tembakau. Ia juga membagikan pengalaman MTCC UNIMMA dalam mendampingi petani melalui berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Disebutkan, beragam pendampingan yang dilakukan MTCC UNIMMA di antaranya membentuk Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) pada 2018, menyelenggarakan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah, memfasilitasi petani mengikuti pameran tingkat nasional maupun internasional, membantu penyediaan peralatan produksi, membangun forum diskusi lintas pemangku kepentingan, hingga mendukung penyediaan embung sebagai sarana irigasi.
Menurut Retno, pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan petani melakukan alih tanam menuju komoditas yang lebih bernilai ekonomi. “Pengalaman kami menunjukkan bahwa petani mampu beralih ke komoditas yang memberikan nilai ekonomi lebih baik ketika didampingi secara berkelanjutan. Ubi Madusari dan Kopi Windusari menjadi contoh keberhasilan alih tanam yang telah dimulai sejak 2012 bersama pelopor, Bapak Istanto,” ujarnya.
Dijelaskan, keberhasilan tersebut perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan dari pemerintah daerah agar dapat ditiru di lebih banyak wilayah. “Pendampingan kepada petani tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan melalui kebijakan yang berpihak pada petani, penyediaan sarana dan prasarana pertanian seperti irigasi, pupuk, serta pestisida yang terjangkau. Dan tentunya sistem pemasaran yang mampu menjamin keberlanjutan hasil produksi. Kolaborasi inilah yang akan mempercepat transformasi menuju pertanian yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” tambahnya.
Keikutsertaan MTCC UNIMMA dalam forum tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis hasil riset dan pengalaman lapangan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, UNIMMA terus berkomitmen menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat, termasuk dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.