Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus meneguhkan komitmennya sebagai kampus inklusif melalui berbagai inisiatif yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya diwujudkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forda (Forum Ramah Difabel) UNIMMA yang menggelar Kelas Bahasa Isyarat Tingkat 1 pada Kamis (22/1) di Kampus 1 UNIMMA.
Kegiatan tersebut merupakan agenda UKM FORDA yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota dalam berbahasa isyarat. Kelas dilaksanakan secara bertahap dengan total sepuluh kali pertemuan serta dua kali ujian, sebagaimana kelas pembelajaran pada umumnya.
Ketua UKM FORDA UNIMMA, Rama Sayudhia, menjelaskan bahwa kelas bahasa isyarat kali ini masih diperuntukkan bagi anggota FORDA dan akan dibuka untuk umum pada tahap selanjutnya. “Saat ini kami masih fokuskan untuk anggota UKM FORDA terlebih dahulu, dan insya Allah ke depannya akan dibuka untuk umum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rama menegaskan, kelas bahasa isyarat dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang bahasa isyarat. Upaya tersebut sekaligus merespons kebutuhan terhadap Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang hingga kini masih terbatas di wilayah Magelang serta Kedu Raya, di tengah meningkatnya penerapan layanan JBI di berbagai instansi pemerintah.
Ia juga menekankan bahwa meningkatnya perhatian pemerintah terhadap hak-hak penyandang disabilitas menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata. “Disabilitas sekarang sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, salah satu visi kami adalah meningkatkan skill bahasa isyarat teman-teman FORDA agar bisa ikut ambil peran,” tambahnya.
Melalui Kelas Bahasa Isyarat Tingkat 1 ini, UNIMMA berharap dapat mencetak kader-kader mahasiswa yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga kompetensi dalam mendukung terwujudnya lingkungan kampus dan masyarakat yang inklusif serta ramah difabel.