Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan di tingkat nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Pembuatan dan Review Soal UKOM yang dilaksanakan pada Kamis (29/01) di Balkondes Wringinputih, Borobudur.

Sebanyak 23 dosen keperawatan FIKES UNIMMA terlibat aktif dalam kegiatan ini dengan tujuan menyusun dan mereview soal UKOM agar memenuhi standar nasional serta layak diusulkan masuk ke dalam bank soal UKOM nasional. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi akademisi FIKES UNIMMA dalam pengembangan sumber daya manusia keperawatan di Indonesia.

Dekan FIKES UNIMMA, Ns. Kartika Wijayanti, M.Kep., menyampaikan bahwa workshop dirancang untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan soal UKOM berkualitas nasional. “Melalui kegiatan ini, kami mendorong dosen agar mampu menyusun soal yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat digunakan secara nasional. Ini merupakan bentuk kontribusi FIKES UNIMMA dalam menjaga mutu dan standar kompetensi lulusan keperawatan di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan dua pakar keperawatan nasional. Narasumber pertama, Dr. Ns. Suyanto, M.Kep., Sp.Kep.MB dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang menyampaikan materi secara daring tentang regulasi terbaru Uji Kompetensi nasional, pengoperasian sistem PIMAN, serta strategi penyusunan soal agar sesuai dengan standar kelulusan nasional. “Kualitas soal internal harus setara dengan soal nasional. Dosen perlu memahami regulasi terkini agar soal yang disusun benar-benar mampu memotret kompetensi mahasiswa secara akurat,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Dr. Heni Setyowati ER, S.Kp., M.Kes., dosen FIKES UNIMMA, memaparkan panduan teknis sinkronisasi pembuatan soal dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Ia menekankan bahwa setiap butir soal UKOM harus mengukur kemampuan berpikir kritis dan kompetensi klinis yang dibutuhkan di dunia kerja, bukan sekadar kemampuan menghafal.

Salah satu fokus utama workshop adalah sesi peer-review antar dosen. Para dosen dibagi ke dalam beberapa kelompok departemen keilmuan, meliputi keperawatan maternitas, keperawatan anak, gawat darurat kritis bencana, komunitas gerontik keluarga, manajemen keperawatan, keperawatan medikal bedah, serta keperawatan jiwa. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya menyusun soal, tetapi juga saling mengkaji, mengkritisi, dan menyempurnakan soal yang telah dibuat. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas soal sebelum diusulkan masuk ke dalam bank soal UKOM nasional.

Melalui kegiatan tersebut, FIKES UNIMMA terus menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. UNIMMA juga akan terus mendorong dosen untuk tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga aktif berkontribusi dalam penguatan sistem uji kompetensi nasional, sebagai upaya mencetak lulusan perawat yang profesional, berintegritas, dan siap berkiprah di tingkat nasional.