Meningkatnya penggunaan gadget pada anak menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Dengan fenomena tersebut, mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan Psikoedukasi Menghadapi Kecemasan Orang Tua di Era Digital dan Memahami Tumbuh Kembang Anak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/7) di Sekretariat Karang Taruna Kampung Malanggaten, Kota Magelang tersebut diikuti oleh anggota PKK setempat dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendampingan anak di era digital.

Rama Sayudhia, mahasiswa prodi Psikologi UNIMMA, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, khususnya dalam penggunaan gadget. “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, orang tua sering kali dihadapkan pada berbagai kekhawatiran, mulai dari durasi penggunaan gadget, paparan media sosial, hingga dampaknya terhadap perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, peserta kami ajak memahami bahwa penggunaan gadget dapat memberikan manfaat apabila disertai dengan pendampingan dan aturan yang tepat dari orang tua,” jelasnya.

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui beberapa sesi. Peserta diajak mengikuti Pohon Kekhawatiran untuk mengidentifikasi berbagai kecemasan yang dialami orang tua terkait penggunaan gadget oleh anak. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai tumbuh kembang anak di era digital serta strategi pendampingan yang dapat diterapkan di rumah.

Selain itu, terdapat sesi Mitos dan Fakta, yang mengajak peserta membedakan berbagai anggapan yang benar maupun keliru tentang penggunaan gadget pada anak. Sebagai penutup, peserta menuliskan Komitmen Keluarga sebagai bentuk kesiapan menerapkan pola pendampingan yang lebih positif di rumah, dan dilanjutkan dengan refleksi bersama.

Waliyah, Koordinator PKK Kampung Malanggaten, mengungkapkan rasa terima kasih dan mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi para orang tua. “Kegiatan seperti ini sangat berguna untuk kami sebagai orang tua, apalagi anak-anak sekarang lebih sering bermain handphone dan gadget tanpa mengenal waktu. Saat gadget diambil, mereka sering menangis atau tantrum. Melalui kegiatan ini kami jadi lebih memahami bagaimana cara mendampingi anak dengan lebih baik. Terima kasih kepada UNIMMA yang telah menerjunkan mahasiswanya untuk berbagi ilmu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Adapun melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, UNIMMA terus berkomitmen menumbuhkan semangat berbagi ilmu, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.