Menyambut Milad ke-62, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Tabligh Akbar yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika. Kegiatan yang digelar pada Jumat (31/7) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si., sebagai pemateri.
Tabligh Akbar menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh sivitas akademika dalam menyongsong perjalanan baru UNIMMA. Selain memperkuat semangat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan institusi perlu dibangun di atas fondasi keilmuan dan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., mengatakan bahwa memasuki usia ke-62 tahun, UNIMMA tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga terus menumbuhkan kekuatan spiritual sebagai landasan dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi. “Siraman rohani menjadi perhatian bagi kita dalam mengawali Milad ke-62. Harapannya, selama satu tahun ke depan kita bersama-sama membangun kampus ini tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga nonakademik, khususnya spiritual yang menjadi landasan kita. Semoga kegiatan ini benar-benar menjadi penyejuk hati bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Fathurrahman Kamal menegaskan, kemajuan sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari kekuatan ideologi yang menjadi identitasnya. “Kalau UNIMMA ingin berjaya di masa depan, seriuslah dengan ideologi Muhammadiyah. Lembaga pendidikan yang menjadi rujukan masyarakat adalah lembaga yang memiliki basis ideologi dan nilai keagamaan yang kuat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas para pemimpin, ulama, dan ilmuwan. Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, Fathurrahman menjelaskan bahwa kualitas masyarakat sangat dipengaruhi oleh kualitas pemimpinnya, sementara kualitas pemimpin ditentukan oleh integritas para ulama dan ilmuwan.
Lebih lanjut, ia menekankan, tujuan pendidikan Islam tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi membentuk pribadi muslim yang saleh, membangun keluarga yang baik, menghadirkan umat pembawa risalah, serta mewujudkan persaudaraan kemanusiaan universal. Menurutnya, seluruh cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki hati yang hidup (qalbun hayyun), memperoleh asupan nilai-nilai kebaikan, serta berpikir dengan akal yang sehat.
Melalui Tabligh Akbar tersebut, UNIMMA berharap semangat Milad ke-62 tidak hanya menjadi peringatan perjalanan usia institusi, tetapi juga menjadi penguat komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta memberi manfaat bagi masyarakat luas.