Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan sektor pertanian melalui penyelenggaraan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah. Kali ini, kegiatan digelar di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (17/12) dan diikuti oleh 40 petani milenial yang tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI), yang merupakan petani dampingan MTCC UNIMMA.

PIC Kegiatan, Dr. Rochiyati Murniningsih, MP mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kesadaran generasi muda tani terhadap pentingnya pertanian sebagai isu strategis pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. “Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah juga diarahkan sebagai upaya menjawab tantangan menurunnya kesejahteraan petani tembakau serta persoalan regenerasi petani yang kian mengkhawatirkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa ketergantungan ekonomi terhadap komoditas tembakau dan tingginya konsumsi rokok di kalangan pemuda desa turut menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Oleh karena itu, Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas SDM pertanian dan pengenalan pertanian modern, tetapi juga menjadi wahana kampanye sadar rokok. “Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa petani muda bisa sukses tanpa ketergantungan pada tembakau, baik sebagai komoditas utama maupun dari sisi konsumsinya. Pertanian modern menuntut SDM yang maju, berilmu, dan melek teknologi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, MTCC UNIMMA menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang diantaranya Sofyan, petani muda sekaligus founder sayuran organik Merbabu di Kopeng, Boyolali, yang juga dikenal sebagai Duta Kementerian Pertanian yang memaparkan praktik pengelolaan pertanian modern. Sementara itu, materi digitalisasi pemasaran produk pertanian disampaikan oleh Bambang Pujiarto, M.Kom, dosen Teknologi Informasi UNIMMA. Selain itu, hadir pula konten kreator asal Purworejo yang aktif mengampanyekan isu pengendalian tembakau serta perwakilan lembaga keuangan yang membahas akses permodalan bagi petani muda.

Melalui Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah, UNIMMA berharap lahir petani-petani muda yang berdaya, mandiri, dan berkemajuan, sekaligus menjadi role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu. Selain itu, spirit tajdid yang dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan petani sebagai subyek kekuatan umat dan bangsa.