Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Studium Generale dengan tema “Mengungkap Potensi Diri melalui Art Therapy: Aplikasi Psikologi dan Komunikasi”. Acara dilaksanakan pada Rabu (8/4) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA dan menghadirkan narasumber Amni Salsabila binti Sabli, B.A (Hons), M.Sc dari Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Dekan FPH UNIMMA, Aning Az Zahra, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa art therapy menjadi salah satu pendekatan inovatif yang mengintegrasikan seni dan psikologi untuk membantu individu mengekspresikan, memahami, dan mengelola emosi melalui aktivitas kreatif seperti menggambar, melukis, atau membuat kolase. “Melalui pendekatan ini, individu tidak hanya diajak untuk mengekspresikan diri, tetapi juga belajar memahami emosi secara lebih utuh. Hal ini penting dalam membangun empati, kepekaan sosial, serta kemampuan membaca pesan emosional dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dekan mengatakan, pemahaman masyarakat tentang art therapy masih tergolong terbatas dan sering dianggap hanya aktivitas hiburan. Selain itu, masih minimnya ruang yang mengintegrasikan art therapy, psikologi, dan komunikasi menjadi tantangan tersendiri. “Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami berupaya menghadirkan wadah edukatif yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga pengalaman praktis dari pakarnya untuk mahasiswa agar dapat merasakan langsung manfaat art therapy,” tambahnya.
Dalam paparannya, Amni Salsabila menjelaskan, art therapy terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan rasa percaya diri. Dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri, pendekatan ini juga berperan dalam membantu individu mengenali potensi unik serta mengembangkan kreativitas sebagai kompetensi penting di era modern. “Selain sebagai media ekspresi, art therapy juga berfungsi untuk sarana refleksi diri yang mendalam, dan juga menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang mampu merepresentasikan kondisi emosional seseorang,” tuturnya.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sesi praktik, seluruh peserta diberi kesempatan untuk membuat gambar sebagai bagian dari proses art therapy. Melalui sesi ini, peserta dapat secara langsung mengekspresikan emosi dan merefleksikan diri melalui karya visual yang dibuat.
Adapun dengan terselenggaranya Studium Generale FPH tersebut, menjadi langkah awal dalam membangun budaya yang lebih peduli terhadap kesehatan mental melalui pendekatan yang kreatif dan humanis. Sebagai bagian dari komitmennya, UNIMMA terus mendorong hadirnya program-program edukatif yang relevan dan berdampak, untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial.