Dalam rangkaian agenda Ramadan di Kampus (RDK), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menghelat Talk-O Rama untuk kedua kalinya. Acara dilaksanakan pada Jumat (27/2) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA. Kegiatan talkshow ini ditujukan untuk menambah wawasan dan keilmuan sivitas akademika selama bulan suci Ramadan.

Rektor UNIMMA, Lilik Andriyani, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan spiritual di lingkungan kampus. “Melalui Ramadan di Kampus, kami ingin menghadirkan ruang-ruang refleksi yang meneguhkan kembali fitrah dan nilai ketakwaan sivitas akademika. Semoga momentum ini semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT serta menumbuhkan cinta yang berbuah pada akhlak dan kinerja terbaik,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber, Habiburrahman El Shirazy, seorang novelis yang dikenal luas melalui salah satu karyanya Ayat-Ayat Cinta. Dalam tausiahnya yang bertajuk “Meniti Jalan Cinta Ramadan”, Kang Abik panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa hakikat cinta adalah kerinduan untuk berjumpa. “Orang yang mencintai seseorang, nikmat terbesar salah satunya jika bertemu. Kadang orang bisa jatuh cinta hanya karena mendengarkan sifat-sifat,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa gambaran serupa telah diterangkan dalam Al-Qur’an, bahwa kelak nikmat terbesar orang mu’min adalah diberi jannah (surga). Di surga terdapat berbagai macam nikmat, salah satunya diberikan kesempatan bertemu dengan Allah. “Karena puncak kenikmatan adalah bertemu dengan Allah,” ungkapnya.

Kang Abik juga mengingatkan bahwa sebelum hadir di dunia, manusia pernah berada dalam keadaan suci. “Sebelum kita ada di dunia ini, di alam sebelum sekarang ini, kita dulu sudah bertemu dengan Allah, sudah bermusyahadah, melihat langsung Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bayi yang baru lahir dalam keadaan suci fitrah bersih, tetapi lingkungan dapat mengubah fitrah tersebut. Datangnya nabi dan rasul merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia untuk menjaga fitrah agar tetap bersih.

Dalam perjalanannya, manusia tidak lepas dari proses yang dapat menggelincirkan dari fitrah yang disebut Talawus (pencemaran). “Sesungguhnya syariat yang Allah berikan adalah menuju ke sana salah satunya sholat 5 waktu, sebuah sistem,” paparnya.

Untuk membersihkan diri dari Talawus, ia menjabarkan tiga cara yaitu Takhalli (mengosongkan dari yang buruk), Tahalli (menghias dengan sifat yang baik), dan Tajalli (munculnya cahaya atau spiritual atau bisa dimaknai menyaksikan bertemu dengan Allah SWT).

Menurutnya, Ramadan adalah sistem yang dahsyat yang Allah ciptakan untuk manusia. “Ramadhan adalah salah satu sistem yang dahsyat yang Allah buat karena bisa bertemu lgsg dengan Allah. Karena hakikatnya kebahagiaan adalah ketika saling bertemu,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Ramadan adalah bentuk kerinduan Allah kepada hamba-Nya. “Ramadhan Allah persiapkan untuk kita karena Allah rindu kepada kita. Bulan yang berkah, dibukakan pintu-pintu langit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Allah mengucurkan rahmat taufik setiap saat di bulan Ramadhan, segala amal ibadah di bulan Ramadhan pasti diterima Allah, dan semua doa diterima. Sistem Ramadhan ini disiapkan agar manusia menjadi muttaqin, karena hanya orang bertakwa yang dapat bertemu dengan kekasihnya, masuk surga, dan memiliki cinta sejati sebagaimana dalam ayat Az-Zukhruf 67. “Ramadhan ini satu sistem yang diciptakan Allah untuk muttaqin untuk meniti jalan cinta. Cinta adalah perasaan yang indah, tidak berubah sampai hari kiamat dan perasaan itu mendekatkan kita kepada Allah,” tegasnya.

Acara berlangsung khidmat dan interaktif. Sebelum acara ditutup, Kang Abik membagikan gift berupa buku novel karyanya kepada jajaran UNIMMA dan penanya terbaik sebagai bentuk apresiasi serta semangat literasi di lingkungan kampus.