Pemanfaatan obat berbahan alam terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal. Di balik potensi tersebut, diperlukan penguatan ilmu pengetahuan agar penggunaan herbal tidak hanya mengedepankan kearifan lokal, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan efektivitas. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan The 2nd Borobudur International Conference on Pharmaceutical Innovations (BICPI). Dengan tema “Integration of Herbal Perspectives and Phytochemical Science in Community and Clinical Pharmacy Practice”, kegiatan digelar secara hybrid di Auditorium Kampus 1 UNIMMA pada Sabtu (18/7).

Marisa Husna Al Khuluq, Ketua Panitia, menjelaskan, Magelang memiliki kekayaan hayati yang menyimpan potensi besar sebagai sumber pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam. “Magelang ini punya kekayaan tanaman obat yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk farmasi berbasis bahan alam. Melalui konferensi ini, kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dapat diolah dengan pendekatan ilmiah, sehingga tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan kesehatan di tingkat global,” ujarnya.

Marisa menambahkan, meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia kefarmasian. Persepsi bahwa obat herbal selalu lebih aman dibandingkan obat sintetik sering mendorong praktik swamedikasi tanpa pendampingan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, tenaga kefarmasian dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif tentang herbal agar mampu memberikan edukasi dan pelayanan yang tepat kepada masyarakat.

Sementara itu, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Farmasi yang mampu menghadirkan forum ilmiah bertaraf internasional sebagai ruang bertukar gagasan dan memperluas jejaring akademik. “Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang mampu menghadirkan konferensi internasional, yang mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta menjawab isu-isu kesehatan yang berkembang di masyarakat,” tuturnya.

Prof Yun berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kapasitas akademik mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang farmasi, khususnya dalam pengembangan produk herbal yang aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah.

Adapun konferensi menghadirkan empat narasumber, yaitu Assoc. Prof. Thang Nguyen, Ph.D. dari Can Tho University of Medicine and Pharmacy, Vietnam yang membahas Complementary Medicines in Patient Care: A Key Player in Adherence Dynamics dilanjutkan oleh Elisha Dela Merced, M.Sc., R.Ph. dari Our Lady of Fatima University, Filipina dengan materi Herbal Medicine and Chronic Disease Management: A Social Pharmacy Perspective. Sementara di sesi ketiga, hadir Prof. Dr. Syed Azhar Syed Sulaiman dari Universiti Sains Malaysia yang memaparkan Innovation of Pharmacy under the Universal Health Coverage: A Case Study of Common Illness Care Services; serta Dr. apt. Tiara Mega Kusuma, M.Sc. dari UNIMMA yang mengulas Pharmaceutical Technology Approaches in Developing Standardized Herbal Products.

Melalui penyelenggaraan konferensi internasional tersebut, UNIMMA terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memperluas kolaborasi global, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan.