Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bekerja sama dengan Rumah Sakit Soerojo menyelenggarakan The 3rd Proceeding International Conference of Advancement in Nursing Care (ADNURS) pada Rabu (29/7). Mengangkat tema Complementary Therapies in Community, Gerontological, and Family Nursing, konferensi internasional ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik tentang penerapan terapi komplementer dalam layanan keperawatan.
Kegiatan menghadirkan akademisi, praktisi, serta peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan terapi komplementer sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ns. Kartika Wijayanti, M.Kep, Dekan Fikes UNIMMA dalam sambutannya mengatakan bahwa terapi komplementer kini semakin berkembang dan mendapat perhatian luas sebagai pendukung pelayanan kesehatan yang integratif. “Terapi komplementer menjadi pendukung perawatan holistik dan integratif. Melihat tren pemanfaatannya yang semakin diminati masyarakat, kami terus berupaya memberikan dukungan positif bagi perkembangan terapi komplementer di Indonesia melalui forum ilmiah seperti ADNURS ini,” ujarnya.
Dekan menambahkan, konferensi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam penerapan terapi komplementer di praktik keperawatan komunitas, gerontik, dan keluarga. “Harapannya, peserta mampu mengembangkan praktik keperawatan yang lebih komprehensif, holistik, dan berbasis bukti dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, mengapresiasi terselenggaranya konferensi internasional tersebut sebagai wadah kolaborasi akademik sekaligus penguatan inovasi di bidang keperawatan. “Layanan kesehatan berkembang dengan sangat cepat sehingga pendekatan yang kita lakukan juga harus semakin inovatif, sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Terapi komplementer bukan lagi sekadar pilihan alternatif, tetapi telah menjadi jembatan penting dalam praktik keperawatan yang mampu melengkapi pelayanan kesehatan secara menyeluruh,” tuturnya.
Prof. Yun berharap konferensi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di Indonesia maupun tingkat global.
Adapun dalam konferensi menghadirkan empat narasumber dari berbagai institusi. Maria Luisa Uayan, DHSc., MSN. dari Our Lady of Fatima University (OLFU), Filipina memaparkan materi An Overview of the Role and Application of Complementary Therapies in Community Nursing Practice in the Philippines. Selanjutnya, Assoc. Prof. Ts. Dr. Wan Ismahanisa Ismail dari Universiti Teknologi MARA , Malaysia menyampaikan materi The Utilization of Complementary and Alternative Medicine Among Pediatric and Thalassemia Patients in Malaysia. Kemudian, Dr. Bootsakon Seaharattanapatum, Ph.D., RN., FNP. dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand membahas Neonatal Health and Prevention of Preterm and Low Birth Weight Infant: A Complementary Therapy Approach. Adapun dari UNIMMA, Dr. Sigit Priyanto, M.Kep. memaparkan materi mengenai Complementary Therapies in Community, Gerontological, and Family Nursing in Indonesia.
Melalui penyelenggaraan ADNURS 2026, UNIMMA terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan forum akademik bertaraf internasional yang mendorong pengembangan ilmu keperawatan, memperluas jejaring kolaborasi, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.