Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) tengah mempersiapkan transformasi sistem informasi akademik menuju ekosistem yang lebih terintegrasi, efektif, adaptif, aman, dan berkelanjutan. Transformasi ini menjadi bagian penting dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat layanan kepada sivitas akademika, serta membangun pengambilan keputusan yang semakin cepat, akurat, dan berbasis data.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengimplementasikan Sistem Informasi Akademik UNIMMA (SIAKAD) mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. SIAKAD UNIMMA merupakan sistem informasi akademik terintegrasi yang menghubungkan berbagai proses, data, dan layanan akademik dalam satu ekosistem digital universitas.
Melalui SIAKAD UNIMMA, berbagai layanan akademik, seperti registrasi mahasiswa, pengelolaan kurikulum, penjadwalan perkuliahan, pembimbingan akademik, pengelolaan nilai, aktivitas pembelajaran, hingga pelaporan, akan dikembangkan menjadi proses yang lebih terhubung, transparan, efisien, dan mudah ditelusuri. Transformasi ini juga diarahkan untuk membangun budaya kerja baru di lingkungan UNIMMA. Budaya kerja tersebut mencakup kedisiplinan dalam pengelolaan data, kolaborasi lintas unit, pelayanan yang responsif, keterbukaan informasi, kesediaan untuk terus belajar, serta komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menghadirkan perubahan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir, proses kerja, dan budaya organisasi.
Dalam mendukung prinsip keberlanjutan, implementasi SIAKAD UNIMMA diharapkan dapat mengurangi penggunaan dokumen cetak, meminimalkan pekerjaan administratif yang berulang, meningkatkan efisiensi waktu dan sumber daya, serta memperkuat pemanfaatan data untuk penjaminan mutu dan pengambilan keputusan. Integrasi sistem ini menjadi salah satu fondasi UNIMMA dalam membangun sistem akademik digital yang efektif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan.
Penguatan SDM sebagai Langkah Awal Transformasi
UNIMMA menyadari bahwa keberhasilan transformasi sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kesiapan sumber daya manusia yang akan menjalankan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, tahapan awal implementasi SIAKAD UNIMMA dimulai dengan kegiatan sosialisasi, penyamaan persepsi, dan workshop bagi tenaga kependidikan, khususnya administrator program studi.
Tenaga kependidikan merupakan salah satu garda penting dalam penyelenggaraan layanan akademik. Mereka berperan dalam memastikan proses administrasi berjalan secara tertib, data akademik dikelola dengan akurat, serta kebutuhan mahasiswa dan dosen dapat dilayani secara cepat dan tepat. Dalam implementasi SIAKAD UNIMMA, administrator program studi tidak hanya berperan sebagai operator sistem, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan universitas, sistem informasi, program studi, dosen, dan mahasiswa.
Kepala Biro Akademik UNIMMA, Dr. Ns. Retna Tri Astuti, M.Kep., menyampaikan bahwa implementasi sistem informasi akademik yang baru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan akademik. “Implementasi SIAKAD UNIMMA bukan sekadar pergantian aplikasi, tetapi merupakan transformasi layanan akademik menuju sistem yang lebih terintegrasi, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia, khususnya administrator program studi, menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan implementasi sistem ini,” jelas Retna.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Ir. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi digital pada hakikatnya merupakan transformasi manusia, proses, dan budaya organisasi. “SIAKAD UNIMMA tidak hanya kita hadirkan sebagai sebuah aplikasi, tetapi sebagai sistem informasi terintegrasi yang mendukung perubahan budaya kerja di lingkungan universitas. Sistem yang baik harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, disiplin dalam mengelola data, serta memiliki semangat memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Prof. Yun.
Menurutnya, tenaga kependidikan, khususnya administrator program studi, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam proses transformasi digital UNIMMA. “Para administrator program studi merupakan garda penting dalam layanan akademik. Mereka bukan sekadar pengguna sistem, tetapi menjadi bagian utama dalam memastikan bahwa proses, data, dan layanan akademik dapat terintegrasi dengan baik. Karena itu, penguatan kapasitas SDM harus menjadi langkah awal dalam setiap proses transformasi digital,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pendampingan mengenai berbagai fitur SIAKAD UNIMMA, mulai dari pengelolaan data mahasiswa, registrasi akademik, penyusunan jadwal perkuliahan, pengelolaan kelas, aktivitas akademik, hingga mekanisme pelaporan.
Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta dapat menyampaikan berbagai pertanyaan, kondisi, dan kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan akademik. Masukan dari peserta akan menjadi bahan penyempurnaan konfigurasi sistem, prosedur operasional, dan mekanisme pendampingan selama masa transisi.
Implementasi SIAKAD UNIMMA akan dilaksanakan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pejabat struktural, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, akan mengikuti sosialisasi dan pelatihan sesuai dengan peran, kewenangan, serta kebutuhannya masing-masing. Melalui SIAKAD UNIMMA, universitas tidak hanya sedang mengganti sebuah sistem, tetapi sedang membangun fondasi baru bagi tata kelola akademik yang lebih terintegrasi, membentuk budaya kerja digital yang lebih kolaboratif, serta mewujudkan layanan pendidikan tinggi yang efisien dan berkelanjutan.
Transformasi digital UNIMMA dimulai dari sistem yang terintegrasi, didukung oleh sumber daya manusia yang adaptif, dan diarahkan untuk menghadirkan layanan akademik yang semakin bermutu dan berkelanjutan.