Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Terpadu (KKN PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah bagi 28 siswa kelas III dan IV SDN 1 Banyuurip. Kegiatan yang diketuai oleh Anissa Hakim Purwantini, S.E., M.Sc. tersebut mengangkat isu environmental sustainability dengan mengajak siswa memanfaatkan tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci yang bernilai guna.

Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan pada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif. Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah, siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung proses mengubah limbah plastik menjadi produk sederhana yang bermanfaat.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tim KKN menjelaskan pengertian daur ulang, manfaatnya bagi lingkungan, serta berbagai peluang pemanfaatan barang bekas yang dapat ditemukan di rumah maupun di sekolah.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memperagakan setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk dan menghias tutup botol, hingga memasangkannya menjadi gantungan kunci. Selanjutnya, para siswa mempraktikkan proses tersebut secara mandiri dengan pendampingan dari anggota tim.

Annisa mengatakan, dengan metode praktik, materi tentang daur ulang tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang memiliki manfaat. ”Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pemahaman bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi barang yang tidak berguna. Tutup botol yang biasanya dibuang dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna lebih dan bermanfaat. Selain mengenalkan pemanfaatan sampah, praktik ini juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, ketelitian, serta kepedulian siswa terhadap sampah dan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Adapun melalui program KKN PPMT, UNIMMA terus menghadirkan kegiatan pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswa SDN 1 Banyuurip dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga kebiasaan sederhana seperti mengurangi, memilah, dan memanfaatkan kembali sampah dapat menjadi bagian dari budaya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.