Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Program yang dilaksanakan di Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang ini berfokus pada penguatan potensi ekonomi lokal melalui pendampingan UMKM Slondok di Dusun Druju Tegal dengan melibatkan Ikatan Pemuda Pemudi Druju Tegal (IPPDT).
Program yang diketuai oleh Dr. Rochiyati Murniningsih, MP., tersebut merupakan program multi tahun selama 2026–2028. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan proses produksi, penguatan manajemen usaha, pengembangan kelembagaan, hingga perluasan pemasaran berbasis digital.
Murniningsih menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan di tingkat desa. “Program ini kami rancang secara bertahap agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan alat, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memperkuat kelembagaan, hingga memperluas pemasaran. Harapannya, UMKM mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa,” ujarnya.
Dijelaskan, pada tahun pertama, tim pengabdian memprioritaskan peningkatan proses produksi melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG). Kelompok UMKM memperoleh bantuan tungku berbahan bakar limbah oli bekas yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Selain itu, tim juga menyerahkan alat peniris minyak untuk membantu menghasilkan slondok dengan kadar minyak yang lebih rendah sehingga kualitas produk menjadi lebih baik dan higienis. “Potensi slondok di Druju Tegal sebenarnya sangat besar. Persoalannya bukan semata-mata bagaimana membuat slondok, tetapi bagaimana membuat produksinya lebih efisien, produknya lebih baik, pengelolaan usahanya lebih tertata, dan pasarnya semakin luas,” tuturnya.
Melalui penerapan teknologi tersebut, program menargetkan penurunan biaya energi hingga 40 persen serta penurunan kadar minyak produk sekitar 25 persen. Selain itu, pelaku UMKM juga mulai didampingi menerapkan standar proses produksi dan pengendalian mutu agar kualitas slondok semakin konsisten.
Pendampingan juga menyasar aspek manajemen usaha. Para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan pembukuan sederhana, perhitungan harga pokok produksi (HPP), perencanaan produksi, hingga pengelolaan keuangan usaha. Selama ini, sebagian pelaku usaha masih mencampurkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga sehingga sulit mengetahui keuntungan usaha secara pasti.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM didorong mulai membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, menghitung biaya produksi, serta memahami keuntungan usaha secara lebih terukur. Penguatan kelembagaan melalui Paguyuban UMKM Slondok juga menjadi bagian penting dalam program ini, termasuk pendampingan pengembangan kemasan, label produk, hingga pengurusan legalitas seperti PIRT, sertifikat halal, dan merek.
Tidak hanya memberdayakan pelaku UMKM, UNIMMA juga melibatkan generasi muda melalui IPPDT sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi desa. Kelompok pemuda yang sebelumnya lebih aktif dalam kegiatan sosial kini didorong untuk mengambil peran dalam promosi digital dan pemasaran produk lokal. “Anak muda memiliki kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh sebagian pelaku UMKM, terutama dalam membuat konten dan menggunakan media digital. Kemampuan tersebut kita arahkan untuk mendukung produk lokal desa,” ungkapnya.
Pada tahun kedua, program akan difokuskan pada penguatan proses produksi melalui penyediaan mesin pengering slondok, penerapan standar operasional prosedur (SOP), penguatan kontrol mutu, serta pengembangan tim promosi digital desa yang dikelola oleh IPPDT. Selanjutnya, pada tahun ketiga, pendampingan akan diarahkan pada mekanisasi produksi, diversifikasi produk dan cita rasa, penguatan legalitas usaha, serta optimalisasi pemasaran melalui platform digital dan marketplace.
Melalui program tersebut, UNIMMA berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak berhenti pada bantuan peralatan maupun pelatihan sesaat. Program ini menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memperkuat potensi ekonomi desa.