Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui Kick-Off Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/7) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian audit internal yang akan berlangsung hingga 31 Juli dengan melibatkan seluruh fakultas, program studi, pimpinan universitas, serta supporting unit.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, auditor, dan Gugus Kendali Mutu (GKM).

Kick-off ini menjadi langkah awal dalam memastikan setiap sudut kampus benar-benar bermutu.

Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNIMMA, Prof. Heni Setyowati Esti Rahayu, M.Kes., dalam laporannya menegaskan bahwa AMI tahun ini menyasar langsung ke jantung tata kelola universitas, yakni regulasi internal, kehandalan sistem informasi, dan kinerja organisasi pada 10 standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). “Tidak ada ruang untuk basa-basi. Semuanya akan diuji, diukur, dan dibuktikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, M.Si., menyampaikan bahwa audit bukan hanya formalitas untuk mengejar nilai akreditasi. Menurutnya, AMI adalah wujud komitmen nyata untuk mengevaluasi diri dan terus memperbaiki kinerja secara berkelanjutan. “AMI harus dilakukan secara objektif, terbuka, dan konstruktif. Mutu bukan hanya tugas BPM, tetapi tanggung jawab seluruh unit. Akreditasi adalah dampak dari SPMI yang berjalan baik, dan itu harus menjadi komitmen bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan, bagi UNIMMA, mutu bukan sekadar sertifikat yang dipajang di dinding. “Mutu adalah budaya, sebuah komitmen untuk terus berbenah, menemukan celah peningkatan, dan berlari lebih kencang menuju keunggulan. Inilah yang membedakan UNIMMA, yaitu keberanian untuk mengevaluasi diri sendiri secara jujur demi perbaikan yang tak pernah berhenti,” tambahnya.

Adapun Kick-Off AMI tahun ini menghadirkan simulasi audit secara langsung di hadapan seluruh peserta. Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) menjadi unit pertama yang diaudit, beserta dua program studi di bawahnya yaitu S-1 Psikologi dan S-1 Ilmu Komunikasi.

Seluruh peserta menyaksikan secara langsung setiap tahapan audit, mulai dari pembukaan, pembahasan mendalam antara auditor dengan auditee, sampai dengan penutupan audit. Melalui mekanisme tersebut, peserta memperoleh gambaran tentang pelaksanaan audit di UNIMMA yang transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bagi fakultas, program studi, dan unit lain sebelum memasuki jadwal audit masing-masing.

Dengan semangat bahwa mutu adalah tanggung jawab bersama, UNIMMA menegaskan posisinya sebagai kampus yang tak pernah berhenti berbenah, universitas yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan masa depan.