Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Salat Iduladha 1447 H di halaman Gedung Fakultas Teknik Kampus 2 pada Rabu (27/5). Kegiatan diikuti oleh keluarga besar UNIMMA serta masyarakat sekitar wilayah Magelang. Hadir sebagai imam dan khatib, Drs. Mujahidun, M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UNIMMA.
Dalam khutbahnya, Mujahidun menyampaikan tema tentang semangat berkurban yang relevan sepanjang zaman dengan meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim. Ia menjelaskan bahwa nilai pengorbanan tidak hanya tercermin dari sosok Nabi Ibrahim, tetapi juga dari istrinya, Siti Hajar dan anaknya, Nabi Ismail. “Ibrahim yang lama mendambakan kehadiran anak justru diuji dengan perintah untuk menyembelihnya. Sementara Hajar dengan keikhlasan luar biasa merelakan putra tercintanya, dan Ismail sebagai seorang anak muda menunjukkan ketaatan dan kesabaran dalam menjalankan perintah Allah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mujahidun menegaskan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, kemuliaan seseorang di hadapan Allah ditentukan oleh kualitas ketakwaannya. “Mari kita canangkan semangat berkurban sepanjang zaman. Yang kaya berkurban dengan hartanya untuk membantu yang membutuhkan. Yang berilmu berkurban dengan ilmunya untuk mencerdaskan, bukan justru merendahkan. Dan yang memiliki jabatan berkurban dengan wewenangnya untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari keteladanan keluarga Nabi Ibrahim, khususnya dalam hal menempatkan cinta kepada Allah di atas segala kepentingan duniawi. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi refleksi penting bagi orang tua maupun generasi muda.
Melalui pelaksanaan Salat Iduladha tersebut, UNIMMA tidak hanya memfasilitasi ibadah bersama, tetapi juga menguatkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang menjadi bagian dari kehidupan kampus dan masyarakat.