Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Stadium General. Dengan tema Global Insight on Digital Health: Driving Innovation through Artificial Intelligence (AI) and Internet of Things (IoT), kegiatan dilaksanakan pada Kamis (4/6) dan menghadirkan Prof. Dr. Mohd Khanapi Abd Ghani, pakar kesehatan digital dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia, sebagai narasumber utama.

Acara dibuka oleh Dekan FT UNIMMA, Dr. Saifudin, S.T., M.Eng., yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi upaya fakultas dalam menghadirkan perspektif global kepada mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami perkembangan teknologi dari sisi teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana inovasi tersebut diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran Prof. Mohd Khanapi ini tentunya akan membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas bagi Fakultas Teknik UNIMMA,” tuturnya.

Dalam paparannya, Prof. Mohd Khanapi menjelaskan, transformasi digital telah menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern di berbagai negara. Menurutnya, integrasi teknologi seperti AI, IoT, telemedicine, big data, cloud computing, dan perangkat wearable membuka peluang besar untuk meningkatkan akses, efisiensi, serta kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. “Perkembangan kesehatan digital tidak hanya mengubah cara tenaga medis bekerja, tetapi juga menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang lebih cerdas, terhubung, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Mohd Khanapi memaparkan berbagai implementasi AI dan IoT dalam bidang kesehatan, mulai dari sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan, analisis citra medis, pemantauan pasien jarak jauh (remote patient monitoring), hingga pengembangan rumah sakit pintar (smart hospital). “Kombinasi AI dan IoT dinilai mampu menghasilkan analisis data kesehatan secara real-time yang mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan akurat. Teknologi ini juga berpotensi memperluas jangkauan layanan kesehatan ke wilayah terpencil melalui pemanfaatan telemedicine dan perangkat kesehatan yang saling terhubung,” jelasnya.

Selain membahas peluang teknologi digital, Prof. Mohd Khanapi juga menyoroti sejumlah tantangannya diantaranya, aspek keamanan siber, perlindungan data pasien, transparansi algoritma AI, serta kesiapan sumber daya manusia. Pada kesempatan tersebut, juga dikupas berbagai tren masa depan kesehatan digital, seperti precision medicine, digital twin, Generative AI, teknologi 5G, robotika medis, hingga Extended Reality (XR) yang diprediksi akan semakin mempercepat transformasi layanan kesehatan di berbagai belahan dunia.

Melalui penyelenggaraan stadium general tersebut, UNIMMA terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat langkah internasionalisasi dalam mendukung terciptanya lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.