Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatat capaian strategis dengan bertambahnya jajaran guru besar. Hal tersebut ditandai dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Uky Yudatama, S.Si., M.Kom., M.M., M.Psi sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Ilmu Tata Kelola dan Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) pada Selasa (19/5) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.

Dalam prosesi tersebut, Prof. Uky menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Tata Kelola Teknologi Informasi sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia: Penguatan Struktur, Kapabilitas, dan Nilai Publik” yang menegaskan pentingnya tata kelola TI sebagai elemen strategis dalam menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks.

Prof. Uky menyoroti urgensi penguatan tata kelola TI di Indonesia di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi global. “Volume data dunia diperkirakan mencapai 175 zettabyte pada tahun 2025, sehingga data menjadi aset strategis yang harus dikelola secara aman dan terintegrasi. Tanpa tata kelola yang kuat, risiko keamanan, privasi, dan kedaulatan informasi akan semakin besar,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penguatan tata kelola TI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi strategi fundamental dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan organisasi yang berkualitas. “Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi bukan sekadar agenda teknis, melainkan merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, serta organisasi yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Upaya ini pada akhirnya akan bermuara pada terciptanya nilai publik yang lebih besar, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya visi Indonesia sebagai negara digital yang maju, mandiri, dan berdaulat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian Prof. Uky yang menjadi bukti komitmen UNIMMA untuk terus bergerak maju sebagai center of excellence yang unggul dan berkemajuan. “Melalui kepakaran inilah, fondasi kedaulatan digital bangsa dapat kita perkuat agar mandiri dan aman dalam mengelola aset data serta infrastruktur siber sendiri. Kami yakin, pengukuhan beliau akan menjadi pemantik inovasi bagi mahasiswa, rekan dosen, sekaligus memperkuat kolaborasi UNIMMA dengan dunia industri digital,” tuturnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., yang menyampaikan bahwa jabatan guru besar membawa tanggung jawab moral yang besar dalam dunia akademik dan masyarakat. “Pengukuhan guru besar bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan bagian dari mata rantai panjang pencarian kebenaran yang tidak pernah selesai. Jadilah penjaga tradisi keilmuan yang tawadhu’, dinamis, dan terus mengabdi di bawah naungan cahaya-Nya,” pesannya.

Melalui pengukuhan tersebut, UNIMMA menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan, kehadiran guru besar baru ini dapat terus menginspirasi lahirnya gagasan, kolaborasi, dan kontribusi yang berdampak bagi kemajuan bangsa.