Penguatan budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) menjadi salah satu langkah strategis Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop & Focus Group Discussion (FGD) K3L dengan tema “Menumbuhkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Kerja Kampus UNIMMA” yang diselenggarakan pada Selasa (4/8) di Aula Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Kampus 2 UNIMMA.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Oesman Raliby Al Manan, S.T., M.Eng, Ph.D, dosen Fakultas Teknik UNIMMA yang memaparkan materi “Membudayakan Keselamatan Kerja sebagai Upaya Mencegah Bahaya Kerja: Penerapan Ergonomi Praktis di Kampus”, serta Sri Darnoto, S.KM., M.PH dengan materi “Mengubah Kesadaran Menjadi Tindakan Nyata sebagai Gaya Hidup Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Kerja Kampus”.

Ns. Priyo, M.Kep., Kepala K3L UNIMMA, menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi risiko sehingga memerlukan sistem manajemen K3 yang terencana. Menurutnya, keselamatan kerja di kampus tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pendukung, tetapi juga pembentukan budaya yang tumbuh dari kesadaran setiap individu. “Membangun budaya K3 bukanlah program satu malam, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi aset terpenting kampus, yaitu manusia. Melalui workshop dan FGD ini, kami ingin meletakkan fondasi agar budaya keselamatan benar-benar hidup dalam keseharian sivitas akademika, bukan hanya menjadi pemenuhan regulasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kombinasi workshop sebagai pembekalan materi dan FGD sebagai ruang diskusi, peserta diajak memetakan berbagai potensi bahaya di lingkungan kampus sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan bersama. Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan K3L yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan setiap unit kerja di UNIMMA.

Sementara itu, Dr. Imron Rosyidi, M.Si., Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Infrastruktur, menegaskan implementasi K3L menjadi bagian dari upaya UNIMMA dalam membangun tata kelola kampus yang semakin baik. “Harapan kami, implementasi K3L dapat berjalan secara terencana, terstruktur, terukur, dan terintegrasi di seluruh unit kerja. Selain meminimalkan risiko kecelakaan kerja, K3L juga bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan UNIMMA,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, implementasi K3L akan diikuti dengan penyusunan berbagai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari penanganan kondisi darurat seperti kebakaran hingga penguatan kebijakan ketertiban dan kawasan tanpa rokok.

Dengan keterlibatan seluruh unsur kampus, UNIMMA terus mendorong terciptanya lingkungan belajar dan bekerja yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.