Hadirkan Tokoh Perdamaian Dunia: UNIMMA Selenggarakan Bedah Buku Dunia Barat dan Islam

Hadirkan Tokoh Perdamaian Dunia: UNIMMA Selenggarakan Bedah Buku Dunia Barat dan Islam

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Bedah Buku dengan tema Penguatan Visi Agenda Kemanusiaan Universal Muhammadiyah. Adapun buku yang diulas berjudul ‘Dunia Barat dan Islam: Visi Ulang Kemanusiaan Universal’ karya Dr. (HC). Sudibyo Markus, MBA. Acara berlangsung di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Sabtu (9/3).

Dr. Lilik Andriyani, SE., MSI, Rektor UNIMMA dalam sambutannya mengatakan agenda bedah buku telah direncanakan sejak lama. “Agenda bedah buku Bapak Sudibyo Markus ini sudah sangat lama, sekitar lima bulan lalu namun baru terlaksana hari ini. Melalui bedah buku ini, yang pasti akan menambah pengetahuan bagi peserta yang muda-muda ini tentang isu kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan narasumber Dr. Tafsir, M. Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang menyampaikan tentang wawasan kemanusiaan universal versi Keputusan Muktamar Muhammadiyah 48 di Solo. Sementara itu, narasumber lainnya ialah Dr. (HC) Habib Chirzin, tokoh perdamaian internasional sekaligus direktur International Institute of Islamic Thought (IIIT) Indonesia.

Dalam bukunya, Sudibyo mengangkat isu westernisasi, sekulerisasi, dan kristenisasi namun ditambah isu pendampingnya yaitu toleransi, kebebasan beragama hingga kebebasan pindah agama. Dalam perjalanan waktu, karena pengaruh dinamika perubahan sosial, ekonomi, budaya dan politik nasional serta global, termasuk peningkatan intensitas interrelasi antar agama, terjadi pula dinamika perkembangan dan perubahan dalam kaitan isu westernisasi, sekulerisasi dan kristenisasi.

Diceritakan oleh Bapak pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini bahwa sejak tahun 1965 sampai dengan 2007 dan 2016, telah muncul dua milestones utama baru yang semakin memberikan optimisme baru dalam membangun hubungan barat dan gereja dengan islam. “Tak diragukan lagi bahwa kedua milestones baru sesudah Konsili Vatikan II merupakan komitmen global kemanusiaan yang sudah selayaknya harus didukung bahkan dipelopori oleh umat beragama, khususnya Kristen dan muslim,” tuturnya.

Dituliskan dalam buku tersebut, hubungan gereja dan islam dibagi ke dalam beberapa tahapan yaitu (1) Pra Perang Salib, (2) Perang Salib, (3) Kolonialisme dan imperialisme, (4) orientalisme, (5) nasionalisme, balas jasa dan asosiasi budaya serta (6) konsili vatikan II.

Melalui bedah buku tersebut diharapkan peserta dapat memahami ancaman lingkungan dan dampaknya bagi kompleksitas permasalahan kemanusiaan universal ke depan dan siginifikansi peran umat beragama dalam dialog antar budaya dan peradaban dalam mewujudkan kemanusiaan universal.

Pelatihan Pengembangan Diri bagi Komunitas Aisyiyah UNIMMA

Pelatihan Pengembangan Diri bagi Komunitas Aisyiyah UNIMMA

Komunitas Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai sarana menjalin tali silaturrahmi seluruh ibu-ibu keluarga besar UNIMMA, baik dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan juga istri dari dosen tendik yang sudah purna tugas menyelenggarakan pertemuan rutin dua bulanan. Kali ini, Fakultas Hukum (FH) menjadi tuan rumah menggelar acara tersebut di Kampus 1 pada Jumat (7/3).

Kegiatan diawali dengan membaca Al-qur’an Surat An’ Naba yang dipimpin oleh ibu Leni Dakum, dilanjut dengan perkenalan anggota baru serta laporan kegiatan dari masing-masing seksi. Adapun puncak kegiatan diisi dengan Pelatihan Pengembangan Diri oleh Ibu Sasmiati Bambang Tjatur Iswanto, yang selain alumni FH UNIMMA juga pemilik Sekolah Pengembangan Diri SAS Center Magelang.

Materi pelatihan  meliputi : (1) manfaat  tersenyum dalam pergaulan, (2) cara duduk, berdiri,  hingga cara membawa tas dalam berbagai acara, (3) etika pergaulan untuk selalu mengucapkan kata:  tolong, maaf, terimakasih , (4) menumbuhkan rasa percaya diri dengan membangun mimpi dan yakin untuk bisa meraihnya, (5) membiasakan diri berterimakasih pada tubuh yang sudah mendukung aktivitas keseharian.  Di samping itu, penggunaan analisis SWOT dalam “Pengembangan Diri” sangat tepat, karena dapat mengetahui tentang Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang ) dan Threats ( ancaman ) sebagai bahan evaluasi diri.

Dr. Dyah Adriantini Sintha Dewi, S.H., M.Hum, Dekan FH berharap materi pelatihan yang sangat bagus  tersebut hendaknya dapat dipraktekkan dalam aktivitas keseharian warga Komunitas Aisyiyah UNIMMA untuk pengembangan potensi diri.

Wisuda ke-80: UNIMMA Luluskan 325 Wisudawan

Wisuda ke-80: UNIMMA Luluskan 325 Wisudawan

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar seremoni Wisuda Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana ke-80 Periode II Tahun Akademik 2023-2024. Acara dilaksanakan selama dua hari pada Rabu sampai dengan Kamis (6-7/2) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.

Dr. Lilik Andriyani, SE., MSI, Rektor UNIMMA dalam sambutannya mengatakan, wisuda kali ini diikuti oleh 18 Program Studi (Prodi) yang terdiri dari 325 wisudawan. Diantaranya 4 wisudawan dari Program Diploma Tiga, 313 wisudawan dari Program Strata Satu (S-1) dan 8 wisudawan dari Program Strata Dua (S-2). “Dari 313 wisudawan/wisudawati Program S-1, 157 wisudawan atau 50,1% diantaranya memperoleh predikat cumlaude. Wisudawan terbaik pada wisuda kali ini diperoleh Nidya Anscalia Azka dari program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 (Tiga Koma Sembilan Enam),” tuturnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyeleseikan pendidikan di bangku kuliah. “Kami keluarga besar UNIMMA memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang sudah diraih. Kalian adalah pilar-pilar masa depan bangsa dan keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kerja keras, ketekunan dan keteladanan,” tambahnya.

Sementara itu, Yoga Fajar Prasetya, ST, perwakilan Ikatan Alumni (IKA) UNIMMA berharap agar alumni dapat menjadi generasi penerus UNIMMA yang lebih tangguh dan lebih baik. “Sehingga alumni UNIMMA tidak akan menjadi penonton saja di era global ini. Lulusan UNIMMA siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara terutama berjuang mencari nafkah untuk keluarga masing-masing,” ujarnya.

Dalam wisuda ke-80, wisudawan tercepat diraih oleh Wahyu Utami dari prodi S-1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dengan masa studi 3 tahun 3 bulan 26 hari. Sedangkan, wisudawan termuda diraih oleh Ricka Milla Suatin dari Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) dengan usia 20 tahun, 4 bulan 18 hari.

 

Ilkom UNIMMA Raih Juara dalam SILAT APIK 2024

Ilkom UNIMMA Raih Juara dalam SILAT APIK 2024

Mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom), Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menorehkan prestasinya di tingkat nasional. Dua penghargaan berhasil ditorehkan, diantaranya Juara 1 Reportase dan juara 2 Digital Content pada acara Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Studi Ilmu Komunikasi (SILAT APIK) 2024. Rangkaian acara dan awarding diselenggarakan pada Rabu sampai dengan Kamis (28-29/2) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Audia Ananda Saputri, meraih juara reportase dengan membahas tentang Kampung Batik Kauman Solo. Mahasiswa semester 4 ini mengungkapkan sebelumnya telah melakukan persiapan dengan matang. “Persiapan dimulai dengan melakukan riset tentang lokasi sekitaran reportase dan hal-hal yang sekiranya bisa dijadikan sebuah berita. Dalam membuat reportase, kami juga belajar setting kamera dan peralatan audio visual lain yang harus dibawa saat kompetisi,” ujarnya.

Disebutkan oleh Audi bahwa pihak kampus sangat memberikan dukungan selama mengikuti kompetisi. “Seluruh proses di perlombaan, kami banyak difasilitasi oleh universitas, peralatan kamera audio visual lainnya difasilitasi dari prodi. Dosen juga mendampingi dari mulai proses brainstorming hingga kompetisi selesai,” tuturnya.

Lebih lanjut, Audi mengucapkan terima kasihnya kepada prodi yang telah memberikan kepercayaan untuk mewakili Ilkom dalam kompetisi tingkat nasional tersebut. “⁠Pesan saya, jangan takut untuk mencoba dan ikut dalam kompetisi. Karena pengalaman lebih penting dari pada memikirkan kegagalan. Percaya dengan kemampuan diri sendiri dan jangan lelah untuk belajar hal baru,” pungkasnya.

Salep Katrina: Solusi Luka Bakar Karya Dosen UNIMMA, Raih Penghargaan  Terfavorit  Krenova

Salep Katrina: Solusi Luka Bakar Karya Dosen UNIMMA, Raih Penghargaan Terfavorit Krenova

Inovasi salep KaTriNa sebagai salep luka bakar karya Tim DPK Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) meraih penghargaan sebagai tim Krenova (Kreatifitas dan Inovasi) terfavorit. Penghargaan diberikan pada Minggu (3/3) di Hotel Grasia Semarang dalam ajang Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-50 DPW PPNI Jawa Tengah.

Tim diketuai oleh Ns. Estrin Handayani, MAN dengan anggota Ns. Eka Sakti Wahyuningtyas, M. Kep dan apt. Ratna Wijayatri, M.Sc menerima piagam penghargaan dengan judul KRENOVA ‘Salep KaTriNa Sebagai Obat Tropikal Luka Bakar’. Disebutkan, salep terbuat dari kombinasi ekstrak daun kersen (muntingia calabura L), madu manuka, aloe vera dan telah melalui uji pra klinik. “Saat ini salep diproduksi oleh PT Capung Indah Abadi (herbal medicine industry) yang bekerjasama dengan tim peneliti UNIMMA. Produk inovasi hasil riset ini dapat menjadi obat tropikal yang efektif dalam membantu mempercepat proses penyembuhan pasien dengan luka bakar,” tutur Estrin.

Lebih lanjut dijelaskan, hasil penelusuran google trend menerangkan bahwa luka bakar masih menjadi trend di masyarakat sehingga salep tersebut mampu bersaing. “Hasil uji laboratorium, KaTriNa terbukti bebas kloramfenikol dan residual solvens heksana dari salep KaTriNa dengan nomor sertifikat SIG.MARK.T.XI.2023.004115. Selain itu, salep KaTriNa sudah dilakukan uji laboratorium bebas ethanol, untuk memastikan bahwa ethanol sudah tidak terkandung dalam salep,” ungkapnya.

Nyadran di UNIMMA, Pembuka Rangkaian Kegiatan Ramadhan di Kampus

Nyadran di UNIMMA, Pembuka Rangkaian Kegiatan Ramadhan di Kampus

Menyambut bulan Ramadhan 1445 Hijriyah, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) menggelar Nyantri Jelang Ramadhan (Nyadran). Agenda Nyadran merupakan kegiatan pembuka program Ramadhan di Kampus (RDK) 2024 yang diselenggarakan rutin setiap bulan Ramadhan. Nyadran dilaksanakan pada Jumat (1/3) di Halaman Masjid Manaarul ‘Imi Kampus 2 UNIMMA.

Ahmad Arif Prasetyo, S.Kom, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kali ini RDK mengusung tema Journey to The Devotion (perjalanan menuju taqwa). “Rangkaian kegiatan tahun ini agak berbeda. Setiap tahun, insya Allah selalu punya tema yang menyegarkan timeline Ramadhan kita. Untuk hari ini, kita perdana nyadran, selama sejarah UNIMMA, baru kali ini kita nyadran,” tuturnya.

Dijelaskan oleh Zuhron Arofi, M.Pd, kadiv Perkaderan LP2SI bahwa nyadran yang menjadi tradisi masyarakat Islam Jawa sering dilaksanakan menjelang Ramadhan yang selanjutnya ditransformasikan menjadi kegiatan di UNIMMA agar terdengar akrab di telinga masyarakat. “Meskipun dalam konteks internal Muhammadiyah sebenarnya agak sensi dengan istilah nyadran. Maka kemudian nyadran itu kita definisikan ulang dengan makna nyantri jelang Ramadhan yang isinya ada refleksi dan harapan tentang Ramadhan, pesan-pesan keindahan tentang Ramadhan, kemudian ada juga tausiyah singkat,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, agar nuansa kultural tidak hilang, maka panitia juga menyediakan makanan khas nyadran seperti tumpeng dan makanan tradisional lainnya untuk menyemarakkan. “Prinsipnya, karena budaya yang kita ambil itu sesuatu yang nggak bertentangan dengan agama itu ya why not,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor resmi membuka RDK 2024 dengan pemotongan tumpeng dan didampingi oleh Wakil Rektor serta Badan Pembina Harian (BPH). Adapun kegiatan utama RDK meliputi Padusan (Pengajian Sambut Ramadhan), Genduren (Geruduk Pesantren), Khataman (Kajian Hari Jumat Spesial Ramadhan), Diba’an (Dialog Bahas Keislaman), Sekaten (Selasa Kajian Al-Islam Intensif), Tahlilan (Tarawih Lingkungan Kerjaan), Rabu kasan (Rame Bukber Bareng Masyarakat Pedesaan), Muludan (Muhasabah Nuzulul Qur’an), Mitoni (Silaturahmi Ortom Sambil Ngaji), Kumpul Zaroh (Pengumpulan Zakat, Infaq dan Sodaqoh), Solat Idul Fitri dan ditutup dengan Syawalan.