Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali melepas lulusan Program Studi Profesi Ners dan Program Studi D3 Keperawatan melalui Wisuda dan Angkat Sumpah Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi yang dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 UNIMMA pada Sabtu (3/10) diikuti 46 peserta dari D3 Keperawatan dan 85 peserta dari Profesi Ners.

Capaian akademik turut menjadi bagian dari acara tersebut. Lulusan Program Studi D3 Keperawatan mencatat kelulusan Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) sebesar 100 persen, sementara Program Studi Profesi Ners mencapai 95,4 persen.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa prosesi wisuda dan angkat sumpah menjadi penanda perjalanan baru bagi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di UNIMMA. “Hari ini adalah hari istimewa, di mana anak-anak kita yang beberapa tahun lalu hadir di sini belum menyandang gelar A.Md. maupun Ners. Hari ini mereka hadir di sini untuk diwisuda dan diangkat sumpah,” ujarnya.

Menurutnya, sumpah profesi bukan hanya sebuah prosesi, tetapi menjadi komitmen yang harus dibawa lulusan dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. “Sumpah ini menjadi komitmen dan janji profesi. Ketika tanda tangan, ketika berikrar, maka komitmen ditempatkan di dada kalian. Kompetensinya dikuatkan, integritasnya dikuatkan, dan hatinya dilembutkan,” jelasnya.

Prof. Yun juga menilai capaian UKOMNAS yang diraih wisudawan menunjukkan kesiapan lulusan untuk bersaing di dunia kerja. “D3 Keperawatan lulus UKOMNAS 100 persen dan Profesi Ners lulus 95,4 persen. Ini artinya standar kalian sama dengan lulusan universitas besar yang lain. Standar ini membuktikan bahwa kalian harus siap untuk berkompetisi dengan yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Ns. Kurnia Yuliastuti, M.Kep., dalam sambutannya mengapresiasi pendidikan keperawatan di UNIMMA yang dinilai memiliki sinergi dengan profesi keperawatan. “UNIMMA ini salah satu perguruan tinggi dengan prodi keperawatan yang isinya adalah keperawatan yang sangat bersinergi dengan profesi PPNI. Karena marwah profesi itu ditanamkan sejak perguruan tinggi,” tuturnya.

Yulia juga menekankan, perkembangan teknologi tidak akan menggantikan peran perawat, terutama dalam memberikan sentuhan kemanusiaan kepada pasien. “Apakah perawat saat ini akan tergantikan oleh IT? Tidak, jawabannya pasti tidak. Karena teknologi itu yang wajib membantu kita. Bagaimana sentuhan humanisnya, sentuhan kemanusiaannya, itu yang paling utama. Dan hanya bisa dilakukan oleh seorang perawat,” tegasnya.

Menurutnya, semakin berkembang teknologi dalam bidang kesehatan, semakin penting pula nilai kemanusiaan dalam pelayanan keperawatan. “Ketika seorang pasien takut, ketika dia membutuhkan didengar, ketika seorang ibu menangis, dia membutuhkan pertolongan untuk menguatkan. Ketika pasien di ujung kehidupan, dia membutuhkan seorang di sampingnya, dan seringkali orang itu adalah perawat. Karena itu, justru semakin canggih teknologi, maka seharusnya semakin tinggi nilai kemanusiaan yang harus kita hadirkan,” jelasnya.

Yulia juga mengajak para lulusan untuk membawa semangat pengabdian dan menunjukkan kualitas perawat Indonesia. “Kalau suatu saat Anda lelah, saya ingin mengingatkan, ingatlah pasien yang pernah tersenyum karena mendapat pelayanan Anda. Ketika saudara merasa pekerjaan ini tidak berarti, maka ingatlah bahwa pernah ada seseorang yang sembuh karena saudara tidak menyerah. Selamat menjadi Ners dan perawat baru bagi adik-adik Diploma III. Mari kita mengabdi, mari kita bertransformasi dan tunjukkan bahwa perawat Indonesia, perawat Jawa Tengah, perawat alumni UNIMMA itu hebat,” pungkasnya.

Melalui pendidikan keperawatan yang terintegrasi dengan kompetensi dan nilai profesi, UNIMMA terus mendorong lulusannya untuk siap berkontribusi di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.