Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengembangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa kompor berbahan bakar limbah oli tanpa menggunakan blower listrik. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu menekan biaya energi sekaligus memanfaatkan limbah oli bekas yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Hibah Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Riset Teknologi (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, tim yang diketuai Dr. Rochiyati Murniningsih, MP mengimplementasikan kompor di Dusun Druju Tegal, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Dusun Druju merupakan salah satu sentra UMKM slondok, penganan berbahan dasar singkong khas Magelang. Dalam proses produksinya, mayoritas perajin masih mengandalkan LPG bersubsidi. Kondisi tersebut membuat biaya energi menjadi salah satu persoalan dalam proses produksi. Di sisi lain, penggunaan teknologi yang masih terbatas turut memengaruhi efisiensi proses pengolahan dan kualitas produk.
Dr. Budi Waluyo, MT, Dosen Fakultas Teknik UNIMMA sebagai salah satu anggota tim menjelaskan, penggunaan limbah oli sebagai bahan bakar menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan untuk menjawab persoalan tersebut. “Selama ini, dalam menjalankan proses produksi harian, sebagian kecil perajin menggunakan kayu bakar, sementara mayoritas sangat bergantung pada LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram. Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor menyisakan limpahan limbah oli bekas yang sangat besar di daerah. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal melalui basis pendekatan sains yang memadai, sehingga berisiko mencemari lingkungan jika dibuang atau dibakar secara terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, kompor berbahan bakar limbah oli sebenarnya sudah banyak tersedia di pasaran. Namun, sebagian besar masih membutuhkan blower listrik untuk membantu memasok udara ke ruang pembakaran sehingga kompor tetap membutuhkan energi listrik dalam pengoperasiannya.
Tim UNIMMA kemudian mengembangkan sistem pembakaran yang tidak bergantung pada blower. “Kunci keunggulan sains dari inovasi yang kami buat, terletak pada penempatan sebuah mini boiler tepat di dalam ruang pembakaran kompor. Mini boiler ini memanfaatkan panas terbuang dari ruang bakar untuk mendidihkan air dan menghasilkan uap air H2O) bertekanan secara kontinu,” tuturnya.
Melalui penerapan teknologi tersebut, tim UNIMMA tidak hanya memperkenalkan alternatif sumber energi bagi perajin slondok, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah oli melalui pendekatan teknologi. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung proses produksi UMKM agar lebih efisien sekaligus menjadi contoh penerapan TTG yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. UNIMMA terus mendorong hasil riset dan inovasi untuk dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta lingkungan di sekitarnya.
