Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui UPT Pusat Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi (Puslatserkom) menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Caregiver Lansia untuk meningkatkan kompetensi instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di bidang pelayanan lanjut usia. Program ini menjadi bagian dari Program Kredensial Mikro Lembaga Kursus Berbasis Dunia Kerja Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Pelatihan dilaksanakan pada 19-28 Oktober 2026 di Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIMMA, dilanjutkan dengan uji kompetensi pada 29 Oktober 2026. Sebanyak 11 peserta yang merupakan instruktur LKP mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ns. Ilma Widiya Sari, M.Kep., Ketua Penyelenggara, menyampaikan bahwa UNIMMA terpilih sebagai salah satu lembaga penyelenggara Program Kredensial Mikro Lembaga Kursus Berbasis Dunia Kerja Tahun 2026 untuk bidang kesehatan dan pekerjaan sosial, khususnya pelatihan instruktur caregiver lansia. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mempersiapkan instruktur yang tidak hanya menguasai keterampilan caregiver lansia, tetapi juga mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, proses pelatihan di lembaga kursus dapat berjalan lebih terarah dan memenuhi standar kompetensi yang berlaku,” ujarnya.

Dijelaskan, kebutuhan tenaga yang kompeten dalam pelayanan dan pendampingan lanjut usia menjadi salah satu hal yang perlu diimbangi dengan kesiapan instruktur berkualitas. Instruktur berperan penting dalam memastikan pengetahuan dan keterampilan caregiver dapat diajarkan secara sistematis, aman, serta sesuai dengan standar kompetensi kerja. “Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang berbasis praktik kerja dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Caregiver Lanjut Usia sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 28 Tahun 2021,” jelasnya.

Adapun proses pembelajaran meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi dan redemonstrasi, praktik laboratorium, simulasi, studi kasus, microteaching, serta praktik lapangan atau On the Job Training (OJT) dan refleksi. Rangkaian metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami materi sekaligus menerapkan keterampilan yang diperlukan dalam pelatihan caregiver lansia.

Melalui program tersebut, UNIMMA berupaya mendukung peningkatan kualitas instruktur lembaga kursus dan pelatihan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pelayanan lanjut usia. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari peran UNIMMA dalam menghubungkan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.