Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Bidang Kesehatan 2026 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (10/10) dengan dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), wakil ketua bidang kesehatan, serta pimpinan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) se-Jawa Tengah.

Rakorwil tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan, khususnya rumah sakit, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan kesehatan.

Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah kegiatan tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi UNIMMA. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung program MPKU, terutama melalui penyiapan sumber daya manusia di bidang kesehatan. “Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UNIMMA memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya.

Rektor menambahkan, UNIMMA memiliki sejumlah program studi yang berkaitan dengan bidang kesehatan, di antaranya Keperawatan, Farmasi, dan Kedokteran. Keberadaan program studi tersebut menjadi salah satu peluang bagi UNIMMA untuk bersinergi dengan AUM bidang kesehatan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Sejalan dengan Kemendiktisaintek, program studi kesehatan dan kedokteran itu menjadi salah satu fokus yang lebih diutamakan untuk kebutuhan sekarang ini, khususnya yang betul-betul sangat berdampak nyata di kebutuhan masyarakat. Kami berharap dapat terus bersinergi dengan MPKU Jawa Tengah dalam mendukung berbagai program Kesehatan yang dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MPKU PWM Jawa Tengah, Dr. Bugar Wijiseno, MARS., FISQua, menjelaskan bahwa Rakorwil menjadi salah satu upaya untuk memitigasi risiko dan mengantisipasi tantangan yang dihadapi AUM bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Tantangan tersebut meliputi perubahan regulasi, pembiayaan operasional, hingga upaya meningkatkan pendapatan. “Besar harapan kami dari kegiatan kali ini kita bisa mendapatkan insight-insight baru, berdiskusi, menyajikan masalah-masalah dan menyelesaikan permasalahan tersebut,” tuturnya.

Ia juga berharap AUM bidang kesehatan Muhammadiyah dapat terus tumbuh dan berkembang dengan tata kelola yang profesional serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. “Mudah-mudahan kita semuanya tetap sehat, bahagia, acara bisa berjalan lancar, amal usaha bisa tumbuh berkembang menjadi profesional, semakin islami dan menyejahterakan,” pungkasnya.

Melalui sinergi dengan MPKU PWM Jawa Tengah, UNIMMA terus berkontribusi dalam penyiapan sumber daya manusia bidang kesehatan serta mendukung pengembangan layanan kesehatan Muhammadiyah yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.