Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatatkan prestasi melalui tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Ajang nasional tersebut akan dilaksanakan pada 2–7 November 2026 dengan Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah pelaksana.

Tim PKM UNIMMA lolos melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PM) dengan mengusung program berjudul “PEDATI: Pembelajaran Tari Inklusif Berbasis Community Support System untuk Meningkatkan Efikasi Diri Anak Berkebutuhan Khusus”. Program ini mengangkat tari sebagai media pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi dan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus (ABK).

Dengan slogan “Dari Tari Menuju Percaya Diri”, PEDATI dirancang untuk menjadi wadah bagi ABK dalam mengenali diri, mengekspresikan emosi, serta mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial melalui pembelajaran tari yang inklusif.

Tim diketuai oleh Antonia Mikayla Arimbi, bersama anggota Intan Ellin Karunia Dewi, Linda Kartika, dan Firman Satria Aji Suhirman yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIMMA di bawah bimbingan Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd.

Antonia menyampaikan bahwa ABK memiliki potensi yang perlu didukung melalui lingkungan yang inklusif dan kolaboratif. “Pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi anak untuk berekspresi dapat membantu mereka mengenali kemampuan diri sekaligus membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, program PEDATI telah dilaksanakan sejak Mei 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, diantaranya sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak dan mendukung pendidikan inklusif. “Melalui pembelajaran tari yang dirancang secara kolaboratif, anak berkebutuhan khusus memperoleh ruang untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial, serta menunjukkan potensi terbaik yang dimilikinya,” tuturnya.

Ia berharap PEDATI dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan pembelajaran yang inklusif dan ramah anak, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya.

Melalui keikutsertaan dalam PIMNAS ke-39, UNIMMA mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, sekaligus memperkenalkan PEDATI sebagai upaya mendukung pembelajaran inklusif dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus.